Ki Menggung

Change is the only evidience of life

Hallo, Sugeng pinanggih malih

Selamat berjumpa,

Ini  kali pertama sejak beberapa bulan berakhir Ki Menggung mangkir.

Beberapa bulan terakhir Ki Menggung tidak sempat mengirimkan tulisan melalui media blog ini. Banyak kesibukan pekerjaan dan tugas keluar kota yang  menyita perhatian dan waktu Ki Menggung sehingga seakan – akan terlepas dari waktu – waktu yang semestinya bisa untuk diluangkan menulis. Semoga pada masa mendatang bisa secara rutin mengupdate blog ini dengan menuliskan pengalaman, refleksi hidup dan ide segar yang saya temukan.

Saya mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa bagi saudara – saudara semua yang menjalankannya, bulan yang penuh berkat mendekatkan diri kepada Allah dan bulan penuh ampunan.

Salam & Berkah Dalem.

Ki Menggung

September 10, 2009 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , | No Comments Yet

Peragu

Oleh : Herman Kwok

“Saya selalu lamban mengambil keputusan dan terlalu banyak pertimbangan. Seorang yang peragu, apa masih bisa berubah ya? Bagaimana caranya?” tanya seorang wanita muda kepada saya dalam suatu pelatihan, beberapa waktu yang lalu. Ia adalah staff baru yang berumur sekitar 25-an. Dari penampilannya, terkesan type pemalu dan pendiam. “Seringkali peluang yang ada hilang karena saya tidak dapat mengambil keputusan cepat.” lanjutnya. Tentu saja mempertimbangkan masak-masak suatu keputusan adalah penting. Tetapi jika terlalu lama keputusan diambil bisa merugikan diri sendiri.

Sempat pula saya ceritakan ilustrasi yang umum tentang kepribadian peragu bahwa tidak mengambil keputusan sama dengan mengambil keputusan. Seseorang yang terjebak kebakaran di lantai IV sebuah ruko dihadapkan pada pilihan : 1. Terjun ke jalanan di depan ruko (melewati 4 lantai = 15 meter tinggi), resikonya meninggal atau minimal cacat, 2. Loncat ke atap tetangga di samping (melewati 2 lantai = 7,5 meter tinggi), resikonya patah tulang, 3. Diam di tempat menunggu keajaiban, resikonya mati terbakar. Tidak mengambil keputusan atau terlalu lama mengambil keputusan = diam di tempat yang berakibat mati terbakar. Yang harus dilakukan adalah memilih resiko yang paling kecil yaitu loncat ke tetangga dan segera lakukan sebelum api membesar. Tentunya lebih baik lagi jika bisa sambil memeluk kasur atau gulungan kain untuk memperkecil benturan.

Orang yang peragu biasanya sulit sekali menentukan pilihan, padahal hidup ini terbentuk dari pilihan-pilihan. Sejak balita hingga meninggal setiap bangun tidur kita selalu dihadapkan pilihan. Waktu balita kita memilih mau lari atau jalan. Mau telan makanan atau memuntahkannya. Mau teriak atau nangis. Setelah dewasa bangun tidur memilih mau langsung mandi atau sarapan dulu, sikat gigi dulu atau makan, berangkat kerja naik motor, mobil atau kendaraan umum. Demikian seterusnya hingga pilihan penting yang menentukan perjalan hidup misalnya memilih bidang kuliah, memilih pasangan dsb. Kadang-kadang untuk mengurangi keraguan, kita ikut saja keputusan orang lain.

Kondisi saya yang sekarang adalah akibat pilihan-pilihan di masa lalu. Kalau saya dulu menjaga makanan, rajin berolah raga dan aktif berinvestasi maka kondisi sekarang kemungkinan besar akan lebih baik. Tentu saja ada faktor luar yang berpengaruh. Kembali ke pertanyaan di atas tadi, jawabannya adalah kepribadian seorang peragu dapat dirubah. Menurut konsep DISC dari William Moulton Marston, untuk merubahnya dibutuhkan 3 hal : Memilih untuk berubah, Melakukan berulang-ulang, dan Mendapat manfaat dari perubahan itu. Seorang peragu harus memutuskan untuk menjadi orang yang lebih tegas. Selanjutnya harus berlatih mengambil keputusan cepat berulang-ulang dan dilakukan setiap hari, tentunya dengan memilih yang resikonya terkecil dan manfaat yang terbesar. Jika resiko dan manfaatnya sama besar, putuskan salah satu yang disukai dalam hati kecil segera. Yang ketiga adalah harus bisa merasakan manfaat perubahan ini, jika tidak maka kepribadiannya akan kembali lagi menjadi peragu. Satu hal lagi yang sangat penting adalah jangan menyesal dengan keputusan salah yang telah diambil, tapi cukup dijadikan pelajaran untuk tidak diulangi. Perasaan menyesal akan melukai jiwa sendiri dan membuat seseorang menjadi takut mengambil keputusan di masa depan.***

Herman Kwok, Director of SemutApi Colony

July 13, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , , | No Comments Yet

Hadirkan Cinta

Cipt: JOKY

PERNAHKAH KITA RENUNGI
TENTANG ARAH LANGKAH DALAM HIDUP INI
TEBARKANLAH CINTA KASIH DI LUBUK HATI
AGAR BAHAGIA TERJADI

SADARLAH HAI MANUSIA
BERPEDOMAN YANG BENAR AGAR BAHAGIA
PANCARKANLAH CINTA KASIH PADA SESAMA
AGAR BAHAGIA DUNIA

TERKADANG HATI KITA PUN TERPANA
MENATAP KEMILAU DUNIA
TERKADANG SUARA HATI PUN MERONTA
RASAKAN PALSUNYA DUNIA

HADIRKAN CINTA….
SATUKAN RASA DI DADA
PANCARKAN KASIH PADA SESAMA
BAHAGIALAH SEMESTA

JAUHKAN DIRI
DARI AMARAH DI HATI
AGAR SELURUH ALAM BERSERI
MENYAMBUT INDAHNYA DUNIA INI

July 10, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | | No Comments Yet

Letakkan Beban Sesaat Saja

Saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.

Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.” “Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.  “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi, sebelum pulang ke rumah pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang, beban itu dapat diambil lagi besok pagi. Apapun beban yang ada dipundak hari ini, coba tinggalkan sejenak, jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

June 19, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , , | No Comments Yet

Tulisan Pada Batu

Di suatu pantai tampak dua anak sedang bermain, berlari-larian, dan bercanda riang gembira. Tiba-tiba terjadi pertengkaran, salah satu anak yang bertubuh jangkung memukul temannya hingga memar. Anak yang dipukul diam terpaku, kemudian dengan mata berkaca-kaca menahan sakit dan tanpa berbicara sepatah katapun dia menulis menggunakan ibu jari kakinya di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku…….. !!!”

Temannya itu merasa tidak nyaman dan tersipu malu. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, dasar anak- anak, mereka pun segera kembali bermain bersama dan berkejaran – kejaran. Saat berkejaran, anak yang dipukul tadi terperosok ke dalam lobang perangkap yang dipasang pemburu binatang “aduh, tolong…. Tolong….. !” teriaknya. Temannya segera melongok ke lobang dan berseru “apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar aku akan segera mencari cara untuk menolongmu”. Bergegas anak itu mencari alat, ia mendapatkan tali. Saat kembali, dia berteriak menenangkan temannya sambil mengikatkan tali ke batang pohon. “Teman, aku sudah datang! Ini tali yang ujungnya sudah kuikat pada sebatang pohon, sisanya ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat dan naik merambat lewat tali ini sambil aku akan menarikmu”. Dengan susah payah, akhirnya berhasil menolong. “Terimakasih sobat!”, kemudian ia bergegas mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku”.

Temannya diam-diam mengikuti bertanya keheranan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir. Dan, setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?” Anak yang di pukul itu menjawab, “Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak. Tapi ketika kamu menyelamatkan aku, aku berusaha menulis di batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat”.

Inspirasi from : andreiwongso

Do the best, God takes the rest !!!

June 7, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , , | No Comments Yet

Memaknai Persahabatan

“Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”.

Persahabatan sering menyuguhkan cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses. Memaknai Persahabatan bagai masuk ruang tanpa batas.

Ketika seseorang menyadari kehadiran pribadi lain, saat itulah dimulai hubungan pertemanan. Jika dua belah pihak memupuk pertemanan maka akan tumbuh dalam pengenalan sehingga hubungan semakin dalam dan disinilah dimulai suatu fase persahabatan. Persahabatan terjadi ketika tumbuh dalam pengenalan, semakin mencintai, juga akan semakin senang bersamanya. Persahabatan tumbuh tidak mensyaratkan bias gender, struktur sosial, aliran kepercayaan, ataupun label – label tertentu dalam kehidupan sosial. Persahabatan tidak didasari keinginan memiliki dan menjadikannya menuruti kehendakku.

Bagaimana proses persahabatan untuk makin mendalam? Proses pengenalan berlangsung selama terjadi  berinteraksi. Dalam proses terebut ada kalanya muncul situasi “melelahkan dan menjengkelkan”. Perlu ada keberanian membuka diri untuk mengarah pada hubungan personal dan relasi dalam posisi yang sama. Pengenalan tidak bisa terjadi jika tidak memasuki hubungan personal, sikap rendah hati, dan membuka diri. Bila mengenal dirinya maka ia akan hadir kepada anda sebagai Sahabat. Kehadirannya akan memperkaya bertumbuh dalam kedewasaan, membahagiakan, dan memperbaharui hidupnya.

Kehadiran-Nya ini adalah kehadiran kasih yang melindungi, menjaga dan menaungi. Pengenalan yang mendalam akan mengubah dan memperbaharui hidup seseorang, tetapi hanya yang mengalaminya yang dapat mengerti dan menghasilkan persahabatan yang amat dalam. Pengenalan semacam itu melampaui segala kekuatan budi dan pengertian manusia. Perlu ada waktu untuk merefleksikan pengalamannya dan kesadaran bahwa di balik segala perkara ada kehadiran penggerak misterius yakni Allah Pencipta yang Mahakasih. Selanjutnya, kesadaran kehadiran pribadi itu terjadi oleh karena berkat rahmat-Nya maka peran Allah. Bila anda semakin tumbuh dalam cintakasih maka anda juga akan semakin menghargainya, “Engkaulah sahabatku yang terkasih, kepadamu aku berkenan.”


Salam Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

June 3, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , | No Comments Yet

Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka duka, dihibur atau disakiti, diperhatikan atau dikecewakan, didengar atau diabaikan, dan dibantu atau ditolak.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain: Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit), Ketidakterbukaan, Kehilangan kepercayaan, Perubahan perasaan antar lawan jenis, Ketidak setiaan. Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang egois. “Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.” Ingatlah kapan terakhir kali berada dalam kesulitan, siapa yang berada di samping anda ? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan ? Merekalah sahabat-sahabat anda. Hargai dan peliharalah selalu persahabatan.

tHx & b’Rgds,

Wuln RG

June 2, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , | No Comments Yet