Foot Print on the Sand
“Dimanakah Engkau, Tuhan?!” Kalimat tanya bernada menggugat ini sering kita lontarkan saat Tuhan terasa meninggalkan kita, apalagi pada saat itu kita justru sangat membutuhkan uluran tangan-Nya. Benarkah Tuhan meninggalkan kita pada saat yang demikian?
Puisi Jejak – Jejak Kaki (Foot print on the Sand) memberikan gambaran pengalaman pengarang yang yang luar biasa ini, ia adalah Margaret Fishback Power. Tuhan menjaawab dengan tepat dan mengharukan. Nimatilah pengalaman tersebut sebagai inspirasi perjalanan hidup ini, tidakah sekali waktu Anda pun bisa mengalami hal yang sama?
Berikut goresan penanya:
Suatu malam aku bermimpi,
Berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terkilas dihadapanku aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir, dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali disepanjang hidupku, hanya ada sepasang kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu menggangguku, dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilemaku ini.
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu, Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku disepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa ketika aku sangat membutuhkan-Mu, Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut,” Anak-Ku, Aku sangat mengasihimu dan tidak akan pernah membiarkanmu, terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Apabila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki, itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku”
Download: Foot Print on the Sand – Leona Lewis Mp3
Berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terkilas dihadapanku aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir, dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali disepanjang hidupku, hanya ada sepasang kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu menggangguku, dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilemaku ini…
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu, Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku disepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa ketika aku sangat membutuhkan-Mu, Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut,” Anak-Ku, Aku sangat mengasihimu dan tidak akan pernah membiarkanmu, terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang.
Apabila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki, itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku…”
No comments yet.


