Ki Menggung

Change is the only evidience of life

SH Mintardja Pemegang rekor Kisah “Terpanjang”

SH Mintardja adalah pengarang cerita silat Indonesia (Jawa) terbesar, yang mengarang banyak cerita silat, salahSH Mintardja satunya memegang rekor kisah ‘terpanjang’, yakni ‘Api Di Bukit Menoreh’. Kisah lainnya yang populer adalah ‘Naga Sasra dan Sabuk Inten’, yang ditulis sebelum ‘Api’.

Tapi produktivitasnya juga tidak diragukan. Selama sekitar tiga dekade ia menulis Api di Bukit Menoreh tanpa henti. Harian lokal Kedaulatan Rakyat langsung memuatnya. Jika S.H. Mintardja sakit, misalnya, koran ini akan memuat pengumuman penghentian lanjutan cerita.

Hebatnya, di saat dikejar tenggat Api di Bukit Menoreh sejak 1967 sampai menjelang meninggal, ia sempat menulis sejumlah judul lain yang juga cukup terkenal seperti Pelangi di Atas Singosari, Yang Terasing, sampai Matahari Esok Pagi. Kepopuleran karya S.H. Mintardja sangat terbantu dengan sandiwara tradisional kethoprak yang digemari warga Jawa Tengah, Yogyakarta, sampai Jawa Timur.

Mereka yang bukan tipe pembaca buku memahami cerita rekaan S.H. Mintardja dari kethoprak, baik yang pentas di alun-alun atau televisi lokal. Kethoprak ini tak hanya dipanggung- panggung, tapi juga lewat televisi. Nagasasra dan Sabukinten pernah menjadi seri kethoprak di televisi Yogyakarta meski tidak sampai tamat.

Tidak hanya itu, bagian awal Api di Bukit Menoreh pernah dijadikan film pada 1970-an. Selain produktivitas, kelebihan S.H. Mintardja adalah kedekatan emosional. Meski menulis dengan bahasa Indonesia, ia membaluri dengan nuansa Jawa. Ia menyebut waktu, misalnya, dengan istilah yang hampir dilupakan seperti sirep uwong atau sirep bocah. Soal plot, S.H. Mintardja sangat longgar. Dalam Nagasasra dan Sabukinten misalnya. Ia bercerita bagaimana dedikasi tentara Demak, bernama Mahesa Jenar, mencari dua keris yang dicuri dari istana Demak. Butuh cerita panjang di kawasan Mentaok sebelum akhirnya pembaca diajak ke tema awal: pencarian keris. Begitu pula dengan Mintardja, koran lain di wilayah itu tidak mau kalah. Suara Merdeka melirik nama penulis lain. (sumber: Koran Tempo Edisi 30 Oktober 2005)

menggung001

Api Di Bukit Menoreh,  Klik Judul Berikut:

1. Api Di Bukit Menoreh Jilid 001 – 025

2. Api Di Bukit Menoreh Jilid 026 – 050

3. Api Di Bukit Menoreh Jilid 050 – 075

4. Api Di Bukit Menoreh Jilid 075 – 100

5. Api Di Bukit Menoreh Jilid 101 – 125

6. Api di Bukit Menoreh Jilid 126 – 150

7. Api Di Bukit Menoreh Jilid 151 – 175

Sabar, tunggu  lanjutannya…

September 26, 2009 - Posted by Ki Menggung | Budaya | , , , , , , , , | 2 Comments

2 Comments »

  1. Very good,
    buku cerita yang sarat dengan falsafah Jawa. Pembaca diajak oleh pengarang mengalir bersama tokoh – tokoh yang luar biasa. Menemukan jati diri dalam hidup terutama Agung Sedayu…
    bacaan bekualitas.

    ku tunggu lanjutannya. Thanks
    Salam sesama pencinta Api Di Bukit Menoreh

    Comment by Panji S. | October 9, 2009 | Reply

    • yessss…

      Comment by Ki Menggung | October 11, 2009 | Reply


Leave a comment