Memaknai Persahabatan
“Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”.
Persahabatan sering menyuguhkan cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses. Memaknai Persahabatan bagai masuk ruang tanpa batas.
Ketika seseorang menyadari kehadiran pribadi lain, saat itulah dimulai hubungan pertemanan. Jika dua belah pihak memupuk pertemanan maka akan tumbuh dalam pengenalan sehingga hubungan semakin dalam dan disinilah dimulai suatu fase persahabatan. Persahabatan terjadi ketika tumbuh dalam pengenalan, semakin mencintai, juga akan semakin senang bersamanya. Persahabatan tumbuh tidak mensyaratkan bias gender, struktur sosial, aliran kepercayaan, ataupun label – label tertentu dalam kehidupan sosial. Persahabatan tidak didasari keinginan memiliki dan menjadikannya menuruti kehendakku.
Bagaimana proses persahabatan untuk makin mendalam? Proses pengenalan berlangsung selama terjadi berinteraksi. Dalam proses terebut ada kalanya muncul situasi “melelahkan dan menjengkelkan”. Perlu ada keberanian membuka diri untuk mengarah pada hubungan personal dan relasi dalam posisi yang sama. Pengenalan tidak bisa terjadi jika tidak memasuki hubungan personal, sikap rendah hati, dan membuka diri. Bila mengenal dirinya maka ia akan hadir kepada anda sebagai Sahabat. Kehadirannya akan memperkaya bertumbuh dalam kedewasaan, membahagiakan, dan memperbaharui hidupnya.
Kehadiran-Nya ini adalah kehadiran kasih yang melindungi, menjaga dan menaungi. Pengenalan yang mendalam akan mengubah dan memperbaharui hidup seseorang, tetapi hanya yang mengalaminya yang dapat mengerti dan menghasilkan persahabatan yang amat dalam. Pengenalan semacam itu melampaui segala kekuatan budi dan pengertian manusia. Perlu ada waktu untuk merefleksikan pengalamannya dan kesadaran bahwa di balik segala perkara ada kehadiran penggerak misterius yakni Allah Pencipta yang Mahakasih. Selanjutnya, kesadaran kehadiran pribadi itu terjadi oleh karena berkat rahmat-Nya maka peran Allah. Bila anda semakin tumbuh dalam cintakasih maka anda juga akan semakin menghargainya, “Engkaulah sahabatku yang terkasih, kepadamu aku berkenan.”
Salam Success Bro,
Do the best, God takes the rest !!!


