Ki Menggung

Change is the only evidience of life

Pot Air

Oleh : Ki Menggung

Di suatu perbukitan tinggal keluarga sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari bapak keluarga itu membawa air dari sungai sambil melatih anaknya membawa air. Bapak itu memiliki dua buah pot air berukuran besar. Dia mengangkat air dengan cara memikulnya. Rupanya salah satu potnya agak retak sehingga sampai di rumah airnya tinggal tiga per empatnya saja. Hal itu berlangsung setiap hari selama tiga tahun.

Melihat hal itu, anaknya menjadi penasaran mengapa bapak terus menggunakan pot sudah yang retak itu. Anaknya berimajinasi, “tentu saja pot yang masih utuh bangga dengan apa yang ia lakukan, kerja sempurna. Tetapi pot yang retak malu terhadap ketidak sempurnaannya, sedih karena hanya bisa membawa tiga perempat pot saja selama tugasnya. Ada perasaan gagal selama tiga tahun ini”.

Suatu hari dipinggir sungai anak itu bertanya pada bapaknya, ”mengapa ayah tidak mengganti pot yang retak itu. Bukankan setiap kali airnya tumpah ke mana – mana saat perjalanan ke rumah”. ”Nak, apakah kamu tidak menyadari bahwa banyak bunga ada di jalan pot ini, tetapi tidak di jalan pot satunya” kata ayahnya ” Walaupun pot ini retak tetapi aku tetap setia dan tidak menyingkirkan karena aku menyadari kerusakannya maka ayah menanam bibit bunga sepanjang jalan pot ini. Setiap hari pot retak ini telah menyiraminya. Selama tiga tahun kita telah memetih bunga yang indah, tanpa pot dengan badan yang retak ini tidak akan ada bunga yang indah yang menghiasi rumah kita”. Ingat ya nak, begitu juga kita, setiap pribadi memiliki sisi yang unik yang tentu dapat membuat hidupnya lebih menarik, bermanfaat, dan bermakna walatu dalam ketidak sempurnaannya. “Trimakasih Ayah, karena Ayah memperlakukan diriku juga dengan cara demikian”, jawab anak itu.

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

May 27, 2008 Posted by Ki Menggung | inspirasi | , , | No Comments Yet

Ide Bisnis

Banyak pertanyaan tentang bagaimana memulai usaha. Jawabannya pun beraneka, ada yang harus cari modal dulu, harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai. Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Banyak pengusaha sukses bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, “When there is a will, there is a way.Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Untuk mengeksplorasi jenis usaha yang bisa ditekuni sebenarnya modalnya A (amati), T (Tirukan), M (modifikasi) yakni :

1. Amati yakni melihat sekeliling Anda, ada banyak jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti orang lain atau itu barangkali bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis baru. Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran, kalau bisa utak-atik kendaraan kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik, buat bengkel yang layani siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!

2. Tirukan. Coba tirukan bisnis yang ramai pelanggan dan lihat apa kunci sukses yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau pelayanannya yang unik. Tirukan saja kunci sukses yang membuatnya ramai. Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.

3. Modifikasi. Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.


Artikel disarikan dari: Agoeng W.

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

May 26, 2008 Posted by Ki Menggung | Action is Power | , , | No Comments Yet

Bangunan Pribadi

Oleh Ki Menggung

Pribadi memiliki keunikan atau kekhasannya masing – masing. Pribadi tumbuh berkembang dipengaruhi oleh pertama, faktor intern yakni sebagai keunikan bawaan dalam bentuk bakat, kemampunannya, perasaan/ emosi, fisiknya yang berasal langsung oleh Sang Pencipta. Kedua, Faktor ekstern berasal dari lingkungannya yakni keluarga, lingkungan sekitar tempat tinggal, lingkungan pergaulan, latarbelakang sosial budaya, yang melingkupi kehidupannya, serta pendidikan yang ditanamkan baik secara formal maupun non formal. Berbagai faktor di atas mengkristal dalam diri pribadi tersebut yang memunculkan pola pikir dan pola tingkah laku.

Faktor lingkungan baik disengaja maupun tak disengaja berpengaruh kuat membentuk pribadi. lingkungannya. Ada salah satu pandangan dari ilmu psikologi yang menyatakan bahwa usia dibawah 5 tahun merupakan masa yang sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadinya. Maka tak mengherankan jika latar belakang keluarga sangat dominan pengaruhnya untuk perkembangan pribadi. Faktor berikutnya yang juga kuat pengaruhnya adalah latar belakang sosial budaya di lingkungan. Berikut beberapa hal mengenai kajian dan artikel seputar budaya Jawa :

1. Nama-diri-etnik-jawa

2. javanese-encyclopedia

3. falsafah-orang-jawa

4. nilai-tradisi-lisan-dalam-budaya-jawa

5. Kepercayaan masyarakat jawa terhadap gunung

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

May 23, 2008 Posted by Ki Menggung | Budaya | , , , | 2 Comments

Pertapa Muda

Seorang pertapa muda meditasi di bawah pohon tidak jauh dari tepi sungai. Saat konsentrasi tiba-tiba perhatiannya terpecah saat mendengar gemericik air tak beraturan. Perlahan membuka matanya, segera melihat ke arah sumber suara ternyata ada seekor kepiting sedang berusaha keras meraih tepian sungai supaya tidak terhanyut arus sungai yang deras. Pertapa merasa kasihan karena itu segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari pertapa muda. Meskipun jarinya terluka, tetapi hati pertapa puas karena bisa menyelamatkan. Kemudian ia melanjutkan meditasinya. Tidak lama kemudian, terdengar lagi bunyi suara yang sama. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian sama maka kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting. Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada bapa tua menghampiri dan menegur, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik tetapi mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga bengkak?” “Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Saya sedang melatih rasa belas kasih maka saya tidak mempermasalahkan jari tanganku terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walau hanya seekor kepiting,” jawab pertapa.

Mendengar jawaban itu, kemudian Bapa tua memungut sebuah ranting lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. ” Lihat Anak muda, sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?” **

Salam Sukses Luar Biasa!!

Andrie W.,

May 21, 2008 Posted by Ki Menggung | inspirasi | , , | 1 Comment

Remaja Jadi Wali Kota

Oleh Ki Menggung

Seorang yang baru berusia 19 tahun secara mengejutkan terpilih menjadi wali kota. John Tyler Hammons, mahasiswa University of Oklahoma, terpilih menjadi Wali Kota Muskogee dan memimpin 38.000 warga kota di negara bagian Oklahoma itu, Rabu 14 Mei 2008. Hammons mengambil jurusan ilmu pilotik dalam kuliahnya yang masih dua semester, dia lulus SMA setahun lalu. Hasil pemungutan suara, Hammons meraup 70 persen. Ia bahkan mengalahkan mantan Wali Kota Hershel Ray McBride, kata Bill Bull, Sekretaris Badan Pemilihan Muskogee County. “Kepercayaan publik pada saya adalah segalanya, dan ini pengalaman paling hebat dalam hidup saya,” kata Hammons.

Hammons yang akan diambil sumpah pada pekan depan mengatakan, ia berencana melanjutkan kuliahnya. Saat diwawancarai ABCNews.com, dia menyatakan sangat gembira dengan kemenangan itu. Meski langka seorang remaja memimpin sebuah kota, dia tetap merasa normal sebagaimana remaja lain”. Terpilih menjadi wali kota tidak membuat saya berhenti kuliah, akan menjadwalkan waktu sebaik mungkin sehingga bisa menjalankan tugas wali kota sambil kuliah.

Hammons berharap jabatan itu adalah awal karir politiknya dan yakin bidang yang dipilih adalah jalan terbaik untuk masa depannya. Hammons mengatakan, programnya yang cocok dengan keinginan warga adalah keterbukaan dan membuat warga tahu tentang operasional kota. “Muskogee adalah tempat yang sangat beragam. Kita harus memecahkan segala rintangan dan saya rasa dengan kemenangan saya, kita bisa melakukannya, “ ujarnya. ***

(disarikan dari berbagai sumber).

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

May 19, 2008 Posted by Ki Menggung | Action is Power | , | 1 Comment

CERITAKAN PADA DUNIA

Aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai dibahunya. Penilaian singkatku : Dia seorang yang aneh… sangat aneh! Tommy menjadi tantanganku, ia terus-menerus mengajukan pertanyaan dan juga melecehkan tentang Tuhan mencintai tanpa pamrih. Ketika ujian akhir kuliah, dia bertanya agak sinis, “Menurut Bapak, apakah saya akan pernah menemukan Tuhan ?” “Tidak,” jawabku dengan sungguh-sungguh. “Oh,” sahutnya.  Kubiarkan dia jalan sampai lima langkah dari pintu, lalu kupanggil. “Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya, tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu !” Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy lulus, dan saya bersyukur. Namun, ada berita menyedihkan : Tommy mengidap kanker ganas. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya panjangnya sudah rontok karena pengobatan kemoterapi. Namun, matanya  dan suara  terdengar tegas. “Tommy, Saya sering memikirkanmu dan katanya sakit keras?” tanyaku langsung. “Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker, waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi.”  “Kamu mau membicarakan itu, boleh saja, apa yang ingin diketahui ?” “Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang ?” Jawabnya, “Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, main perempuan, dan memburu harta adalah hal ‘utama’ dalam hidup ini.”

“Sesuatu bapak pernah katakan,  sungguh mengejutkan saya. Lalu, bapak mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh. Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya, dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital, saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi tak terjadi apa pun. Lalu, saya terbangun di suatu hari dan tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu. Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting,” lanjut Tommy.  “Saya teringat tentang bapa yang lain : Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka. Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : Ayah saya !”

Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya. “Pa, aku ingin bicara.” “Bicara saja.” “Pa, ini penting sekali.” Korannya turun perlahan 8 cm. “Ada apa ?” “Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu.” Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. “Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya.” “Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah,” sambung Tommy. “Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.”  “Lalu suatu hari saya berbalik, dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon padaNya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendakNya dan pada waktuNya. Benar, Dia menemukan saya, bahkan setelah saya berhenti mencariNya.” “Tommy,” aku tersedak, “Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih.”

Maukah kamu datang ke kuliah mengatakan apa yang baru kamu ceritakan?” Meski dijadwalkan, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia telah berpulang. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan. Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.  “Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak,” katanya “Maukah bapak menceritakannya pada dunia untuk saya? “Ya, Tommy. Saya akan melakukannya.”

Dikisahkan kembali oleh: John Pwll

May 18, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , | 3 Comments

Dimana Ada Kesempatan

Oleh : Ki Menggung

Sebagian dari kita terperangkap pandangan umum: jika sendang untung maka kesempatan muncul dengan sendirinya. Sementara iru, saat kesembatan tidak juga datang yang dikerjakan menunggu dan terus menunggu. Bahkan lebih fatal menyalahkan di luar dirinya dengan mengatakan : ini sudah nasibku, inilah garis hidupku, inilah takdirku hidup malang!! Yang terjadi ya benar – benar malang hidupnya dan tidak ada perubahan dalam hidupnya. Jelas pola pikir atau mind set tersebut menyesatkan, biasanya yang orang berpola pikir itu malah tidak pernah dihampiri kesempatan. Kalaupun kesempatan menghampiri tetapi ia tidak mengenali dan akhirnya terlewatkan begitu saja.

Pola pikir yang positif ditanamkan : setiap manusia memiliki hak memilih kesempatan yang diinginkan. Caranya : berani memutuskan, menciptakan, dan memperjuangkan kesempatan. Berani mengambil langkah – langkah dengan keaktifan supaya peluang tercipta dan bersikap proaktif. Berani membuat usaha- usaha supaya kesempatan dapat dimanfaatkan dan memberi hasil seperti yang diharapkan.

Ada kalanya kesempatan awalnya tampak sepele tetapi jangan remehkan bekecil apapun. Pencapaian besar bisa diawali oleh kesempatan kecil yang umumnya dilewatkan oleh banyak orang. Hanya orang yang jeli dan yang mampu mengenali kesempatan saja yang akan memperoleh manfaat besar. Bro

Success Bro,

Do the best, God takes the rest !!!

May 18, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , | No Comments Yet