Ki Menggung

I Change is the only evidience of life I Berkah Dalem I

STRATEGI MENCAPAI SUKSES

Kata-kata motivasi dapat memberikan inspirasi dan pola pikir dalam diri menjadi lebih positif, belum menjamin mampu  mencapai kesuksesan. Dalam mencapai kesuksesan membutuhkan strategi. Jika motivasi yang kuat  tentu menjadi modal dasar kesuksesan. Orang-orang pasti memiliki strategi.

Contoh seseorang yang membuka warung makan lalu menampilkan foto kunjungan, tanda tangan dan komentar positif dari para pengunjung  figur publik yang kebetulan mampir atau sengaja dihubungi untuk datang. Nama seorang figur publik tentu menarik para pengunjung agar datang. Hal ini tentu belumlah cukup, haruslah dibarengi peningkatan kualitas cita rasa makanan, bahan yang dimasak berkualias, pelayanan yang  simpati, dan pengembangan fasilitas yang cukup. Dengan hal itu tentu menjadikan usahanya makin berkembang dan dikenal secara luas. Ungkapan dari dan para pengunjung yang positif mengenai warung makan tersebut tentu menjadi iklan yang efektif dan bahkan gratis dalam menyebarkan informasi.

Dalam menjalankan kehidupan ini jika yang tidak mengetahui semua dijalani asal jalan. Tanpa dilandasi strategi  hanya akan berjalan ditempat dan tak akan ada perubahan dan lompatan sukses yang nyata. Kita harus tahu potensi yang ada dalam diri dan berani menetapkan target dan menentukan strategi tertentu dalam mencapai harapan dan keinginan.

Salam Sukses bro

October 29, 2008 Posted by Ki Menggung | inspirasi | , | 2 Comments

Dilema Pertemanan Dalam Bisnis

Ketika seorang menawarkan harga barang pada rekannya, temannya biasanya temannya menawar dengan tambahan ungkapan : “turunkan dong harganya … diskonlah, sama temen sendiri kog mahal amat .…”.  Kemudian  muncul beberapa kemungkinan diantaranya dia akan  bertahan pada  harga yang ditawarkan pertama  atau  langsung  goyah pendiriannya  dengan memberikan diskon setinggi – tingginya yang penting kembali modal,  atau  membatalkan penawaran  kemudian dialihkan kepada pihak lain. Saat menyadari dilema ini sikap yang radikal adalah dengan mengatakan “Bisnis ya bisnis, teman ya teman…”.  Keadaan di atas dapat menimbulkan dua dampak kemungkinan, karena alasan pertemanan maka bisnis / usaha bisa berjalan lancar tapi juga sebaliknya.  Serba susah to…? Bagaimana penyelesaiannya?

Tujuan awal untuk bisnis menjadi goyah, mana yang harus diutamakan : teman atau bisnis. Mudahlah orang menyarankan dengan memberi trik bisnis harus tegas dan jelas target yang hendak dicapai. Tapi yang perlu diketahui, proses menjadi galak, tegas, berpegang pada tujuan awal tidak gampang. Apalagi sudah kenal akrab dan dekat itu kadang susahnya luar biasa, mau dikerasi takut merusak relasi tapi terlalu lembut bisa hancur.

Cara yang jitu adalah mencari jalan tengah, syaratnya inilah yang kadang perlu manajemen diri dan emosi yang mumpuni. Jika kemudian hal ini menyangkut dengan profesionalitas kerja rekanan yang sudah dekat (baca: sangat dekat) dengan kita, kadang untuk menyampaikan hal ini menjadi sulit. Perasaan sungkan, tak enak hati, takut merusak pertemanan menjadi kendala yang jika tak segera di atasi justru akan merusak pertumbuhan usaha itu sendiri. Ketegasan diri dalam mengambil keputusan batas wajar untuk dilepaskan tetap harus dipegang. Keberanian untuk mengatakan  tidak atau ya perlu di pertegas, tentu dengan cara penyampaian yang tidak menyinggung teman yang dihadapi.

Salam Sukses bro

October 29, 2008 Posted by Ki Menggung | Action is Power | , , | No Comments Yet

Bertumbuh Dalam Duka

Ada hari – hari baik sehingga kita merasa bahagia namun ada pula hari – hari yang berat. Dalam kehidupan pasti mengalami kekecewaan, keterbatasan dan ketidaksempurnaan manusiawi dapat sangat terasa baik keterbatasan diri sendiri ataupun orang lain. Kehidupan seolah – olah menjadi tiada harapan pertumbuhan lebih lanjut, singkatnya penderitaan atau kedukaan memasuki kehidupan. Hidup pada masa kini namun sebenarnya hati dan hidup ditelah atau dipenjara oleh masa lalu mereka. Bagi sebagian orang yang tergoncang seluruh sendi kehidupannya meskipun berusaha mengatasinya, bahkan terkadang merasa seluruh energi batin terkuras habis. Pribadi model demikian bisasnya tidak atau kurang berguna bagi dunia sekelilingnya atau sebaliknya justru menganggu lingkungannya. Ketidakmampuan mengelola kedukaan secara kreatif dan efektif atau tidak dapat bertahan menghadapi kedukaan akhirnya akan membawa kepada kemunduran. Lantas apa yang musti dilakukan

Ketika diterpa kedukaan hendaknya yang dilakukan adalah bertahan dan kemudian mengelola kedukaanya  sehingga mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan maksimal. Tolok ukur dari pertumbuhan melalui kedukaan ialah bahwa penduka akhirnya dapat mengaktualisasikan seluruh potensi secara penuh dan berguna bagi sekelilingnya. Dalam buku Growth Counseling, Clinebell mengatakan bahwa “pertumbuhan adalah proses untuk mencapai keutuhan di mana seseirang dapat mewujudkan kehidupan yang lebih penuh, sejahtera, dan produktif”. Dalam kondisi demikian, seseorang dapat mengatualisasikan segala kekuatan, potensi, aset dan kekuatannya secara penuh dan utuh, sehingga kehidupannya memiliki arti dan berguna. Orang yang mampu mengelola kedukaan secara kreatif dan efektif disebut manusia yang sehat (healthy).

Pertumbuhan melalui kedukaan merupakan salah satu titik dalam proses menuju kesempurnaan manusiawi. Secara filofis, bahwa pertumbuhan melalui kedukaan memungkinkan orang dapat mencapai nilai puncak keutamaan kemanusiaannya yaitu berbakti kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri secara total. Mengabdi pada diri sendiri dalam arti mampu bertumbuh secara penuh sehingga akhirnya mampu bertumbuh dalam pengabdian kepada Tuhan dan sesama. Sebagai manusia yang bertumbuh tidak pernah akan berhenti pada diri sendiri tetapi terdorong bergerak keluar (reach out) membantu agar sesama dapat bertumbuh secara penuh juga.

Salam Sukses bro

September 11, 2008 Posted by Ki Menggung | Uncategorized | | No Comments Yet

Peragu

Oleh : Herman Kwok

“Saya selalu lamban mengambil keputusan dan terlalu banyak pertimbangan. Seorang yang peragu, apa masih bisa berubah ya? Bagaimana caranya?” tanya seorang wanita muda kepada saya dalam suatu pelatihan, beberapa waktu yang lalu. Ia adalah staff baru yang berumur sekitar 25-an. Dari penampilannya, terkesan type pemalu dan pendiam. “Seringkali peluang yang ada hilang karena saya tidak dapat mengambil keputusan cepat.” lanjutnya. Tentu saja mempertimbangkan masak-masak suatu keputusan adalah penting. Tetapi jika terlalu lama keputusan diambil bisa merugikan diri sendiri.

Sempat pula saya ceritakan ilustrasi yang umum tentang kepribadian peragu bahwa tidak mengambil keputusan sama dengan mengambil keputusan. Seseorang yang terjebak kebakaran di lantai IV sebuah ruko dihadapkan pada pilihan : 1. Terjun ke jalanan di depan ruko (melewati 4 lantai = 15 meter tinggi), resikonya meninggal atau minimal cacat, 2. Loncat ke atap tetangga di samping (melewati 2 lantai = 7,5 meter tinggi), resikonya patah tulang, 3. Diam di tempat menunggu keajaiban, resikonya mati terbakar. Tidak mengambil keputusan atau terlalu lama mengambil keputusan = diam di tempat yang berakibat mati terbakar. Yang harus dilakukan adalah memilih resiko yang paling kecil yaitu loncat ke tetangga dan segera lakukan sebelum api membesar. Tentunya lebih baik lagi jika bisa sambil memeluk kasur atau gulungan kain untuk memperkecil benturan.

Orang yang peragu biasanya sulit sekali menentukan pilihan, padahal hidup ini terbentuk dari pilihan-pilihan. Sejak balita hingga meninggal setiap bangun tidur kita selalu dihadapkan pilihan. Waktu balita kita memilih mau lari atau jalan. Mau telan makanan atau memuntahkannya. Mau teriak atau nangis. Setelah dewasa bangun tidur memilih mau langsung mandi atau sarapan dulu, sikat gigi dulu atau makan, berangkat kerja naik motor, mobil atau kendaraan umum. Demikian seterusnya hingga pilihan penting yang menentukan perjalan hidup misalnya memilih bidang kuliah, memilih pasangan dsb. Kadang-kadang untuk mengurangi keraguan, kita ikut saja keputusan orang lain.

Kondisi saya yang sekarang adalah akibat pilihan-pilihan di masa lalu. Kalau saya dulu menjaga makanan, rajin berolah raga dan aktif berinvestasi maka kondisi sekarang kemungkinan besar akan lebih baik. Tentu saja ada faktor luar yang berpengaruh. Kembali ke pertanyaan di atas tadi, jawabannya adalah kepribadian seorang peragu dapat dirubah. Menurut konsep DISC dari William Moulton Marston, untuk merubahnya dibutuhkan 3 hal : Memilih untuk berubah, Melakukan berulang-ulang, dan Mendapat manfaat dari perubahan itu. Seorang peragu harus memutuskan untuk menjadi orang yang lebih tegas. Selanjutnya harus berlatih mengambil keputusan cepat berulang-ulang dan dilakukan setiap hari, tentunya dengan memilih yang resikonya terkecil dan manfaat yang terbesar. Jika resiko dan manfaatnya sama besar, putuskan salah satu yang disukai dalam hati kecil segera. Yang ketiga adalah harus bisa merasakan manfaat perubahan ini, jika tidak maka kepribadiannya akan kembali lagi menjadi peragu. Satu hal lagi yang sangat penting adalah jangan menyesal dengan keputusan salah yang telah diambil, tapi cukup dijadikan pelajaran untuk tidak diulangi. Perasaan menyesal akan melukai jiwa sendiri dan membuat seseorang menjadi takut mengambil keputusan di masa depan.***

Herman Kwok, Director of SemutApi Colony

July 13, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | , , | No Comments Yet

Hadirkan Cinta

Cipt: JOKY

PERNAHKAH KITA RENUNGI
TENTANG ARAH LANGKAH DALAM HIDUP INI
TEBARKANLAH CINTA KASIH DI LUBUK HATI
AGAR BAHAGIA TERJADI

SADARLAH HAI MANUSIA
BERPEDOMAN YANG BENAR AGAR BAHAGIA
PANCARKANLAH CINTA KASIH PADA SESAMA
AGAR BAHAGIA DUNIA

TERKADANG HATI KITA PUN TERPANA
MENATAP KEMILAU DUNIA
TERKADANG SUARA HATI PUN MERONTA
RASAKAN PALSUNYA DUNIA

HADIRKAN CINTA….
SATUKAN RASA DI DADA
PANCARKAN KASIH PADA SESAMA
BAHAGIALAH SEMESTA

JAUHKAN DIRI
DARI AMARAH DI HATI
AGAR SELURUH ALAM BERSERI
MENYAMBUT INDAHNYA DUNIA INI

July 10, 2008 Posted by Ki Menggung | Spirit Life | | No Comments Yet

Hilangkan Kebiasaan Buruk

Inspirasi dari tulisan : Willibordus

Kebiasaan buruk yang telah terpupuk dari masa lalu umumnya sangat sulit dihilangkan. Beberapa bentuk kebiasaan buruk antara lain kebiasaan mengutil (mencuri), kebiasaan berbohong, kebiasaan memaki, kebiasaan pikiran tidak senonoh, kebiasaan minum bir, kebiasaan ngerumpi, kebiasaan untuk memaksakan kehendak kita kepada yang lain dan sebagainya. Kebiasaan buruk sebagai hasil akumulasi pikiran dan perbuatan yg telah “berakar” sampai ke dasar-dasarnya. Kebiasaan buruk merugikan -setidaknya tidak bermanfaat- bagi perkembangan batin diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar.

Bagi orang yang telah menyadari kebiasaan buruk masing-masing dan berkeinginan untuk meninggalkannya. Menurut Damma, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh : Menjaga Moral (Sila), melatih kesadaran/pikiran (Samadhi) dan meningkatkan pengertian benar/kebijaksanaan (Panna). Menjaga moral dengan cara menghindari pembunuhan, pencurian, tindakan asusila, berbohong dan minuman keras serta narkoba. Melatih kesadaran untuk menguatkan pikiran kita sehingga tidak gampang terpengaruh, hal ini akan didapat dengan melakukan meditasi. Meningkatkan kebijaksanaan dapat dilakukan dengan membaca buku-buku filsafat/ psikologi serta buku-buku keagamaan. Sebenarnya hal yang paling mendasar yang dilakukan adalah dengan menjaga moral.

Banyak orang meremeh moral, ada orang yang berpikir tidak apa-apa melakukan sedikit pelanggaran ini dan sedikit pelanggaran itu, kita hidup di tengah masyarakat manalah mungkin untuk menjaga moral kita seperti para orang suci….! Bagi yang benar-benar berkeinginan meninggalkan kebiasaan buruknya, mempunyai pandangan seperti itu sebenarnya telah mengakui kekalahannya sebelum perang. Hal yang mendasar saja tidak bisa dilakukan, bagaimana bisa melakukan hal-hal lainnya yang sesungguhya lebih berat dan tidak mudah bisa dicapai. Satu pelanggaran akan cenderung menimbulkan pelanggaran lainnya. Sebagai contoh: jika melakukan tindakan asusila, kemudian berbohong untuk menutupinya dan bahkan bisa menimbulkan pembunuhan guna untuk menutupi tindakan itu. Juga meminum minuman keras sampai mabuk akan timbul kata-kata kasar, selanjutnya timbul perkelahian atau tindakan asusila dan kebohongan lain.

Menyadari hal ini, tentu akan menyadarkan jika ingin meninggalkan kebiasaan – kebiasaan buruk, maka tidak ada lagi tawar menawar. Sekarang saatnya untuk meninggalkannya dan harus berani tegas pada diri sendiri dan berani mengatakan “tidak” untuk hal tersebut. Hanya dengan disiplin menjaga hal-hal yang mendasar inilah, kebiasaan buruk akan dapat kita hilangkan dan kita dapat maju ketahapan kesadaran yang lebih tinggi.***

July 10, 2008 Posted by Ki Menggung | inspirasi | , , | No Comments Yet

Sahabat


“Sahabat adalah seorang

Yang memberi kekuatan di mana ada kelemahan

Yang memberi kedamaian di mana ada kebencian

Yang membawa kepastian, di mana ada kesulitan

Yang rela mendengarkan penuh perhatian

Yang memberi terang kepada hidup yang gelap.

Yang berbicara banyak tetapi bermakna dalam hidup

Yang memberi cinta sekalipun belum mendapat cinta

Yang membuat orang lain bahagia dan gembira”

Penulis : Lucy

______________________

Itulah sahabat yang penyayang dan perhatian. Tetapi kita tidak boleh menuntut itu pada orang lain.
Salam persahabatan

June 28, 2008 Posted by Ki Menggung | inspirasi | | No Comments Yet